Kesederhanaan Zlatko Dalic di Balik Garangnya Kroasia

Kesederhanaan Zlatko Dalic di Balik Garangnya Kroasia

71599532-75a3-4594-9272-e41e786aaa87_169

Situ Agen Maxbet Bandar Maxbet Terbaik – Kroasia tampil garang di Piala Dunia 2018, melaju ke semifinal dengan rekor belum terkalahkan. Ada kesederhanaan Zlatko Dalic di balik penampilan tersebut.

Dalic membawa Kroasia ke semifinal Piala Dunia 2018, menyamai capaian 20 tahun silam. Pelatih berusia 51 tahun itu bisa saja mencetak sejarah baru dengan membawa Luka Modric dkk ke final, ketimbang finis ketiga seperti di Piala Dunia 1998.

Di Rusia, Kroasia bukanlah unggulan. Di akhir kualifikasi tahun lalu saja, mereka cuma masuk pot unggulan kedua. Namun siapa sangka, Kroasia tampil galak dan bisa melaju jauh di Piala Dunia 2018.

Tergabung di Grup D bersama Argentina, Nigeria dan Islandia, Kroasia tampil menakjubkan di fase grup. Tiga kemenangan diraih, di antaranya membungkam Lionel Messi dkk dengan skor 3-0. Kroasia lolos ke fase knock out dengan status juara grup tak terkalahkan–satu dari dua tim yang sempurna di putaran pertama.

Ada Dalic yang Sederhana

Sambil menyeruput kopi di kawasan Sochi, Dalic tampak santai menanggapi John McAuley, wartawan The National. Keduanya berbincang santai, meski otak Dalic jelas memikirkan satu hal: membawa Kroasia ke semifinal.

Wawancara itu dilakukan sehari jelang Kroasia menghadapi Rusia di perempatfinal. Alih-alih bersemedi di hotel dan meramu taktik, ia malah jalan-jalan sore sambil meladeni pewarta.

Baca Juga :Tentang Suporter Inggris yang Tak Seberisik Biasanya

Saat itu, di kedai sedang memutar ulang pertandingan Kroasia di fase grup. Usai menang 2-0 atas Nigeria dan menggebuk Argentina 3-0, Kroasia menang 2-1 atas Islandia di laga terakhir.

Di babak 16 besar, ujian datang menerpa Kroasia. Ditahan Denmark 1-1 hingga 120 menit, Kroasia harus memastikan kelolosannya ke perempatfinal lewat drama adu penalti, di mana kiper Danijel Subasic jadi pahlawan dengan menggagalkan tiga penendang tim Dinamit.

“Saya harus tetap tenang, tetapi tidak mungkin. Semuanya tergantung di sini. Kami tidak memainkan game terbaik, tetapi kami menunjukkan perjuangan kami, karakter kami,” katanya mengomentari pertandingan itu.

Ketenangan Dalic menghadapi situasi bisa dibilang menjadi nilai plus Kroasia tampil gemilang di Rusia. Sosok sederhananya membuat status underdog benar-benar dimanfaatkan betul Kroasia: diam-diam menghanyutkan.

Dalic ditunjuk menjadi pelatih Kroasia pada 7 Oktober 2017. Di awal kedatangannya, ia langsung membuat kesepakatan dengan masyarakat saat mengambil alih kursi pelatih.

“Saya tidak butuh kontrak, saya hanya bertahan jika kami lolos ke Rusia,” demikian pidato pertamanya saat ditunjuk.

Di kualifikasi, Dalic mengantar Kroasia menjadi runner up di bawah Islandia dengan rincian meraih enam kemenangan, dua kali kalah, dan dua kali imbang. Mereka pun mesti melewati babak play off dan mengalahkan Yunani 4-1 dalam dua leg untuk mengunci tiket ke Rusia.

Bagi Dalic, melatih Kroasia menjadi pembuktiannya setelah selama berkarier sebagai pemain tak pernah mendapat kesempatan membela negaranya. Namanya sendiri mulai dilirik saat mengembara jauh ke Uni Emirat Arab, saat melatih Al-Ain.

Dalic memulai karier melatihnya pada 2005. Varteks, mantan klubnya, menjadi percobaan pertamanya setelah lima musim sebelumnya menjabat sebagai direktur olahraga klub pascapensiun di tahun 2000.

Debutnya cukup gemilang dengan mengantar Varteks finis di peringkat tiga Liga Kroasia dan menjadi runner up Piala Kroasia 2005/2006. Ia pindah ke Rijeka pada 2007 namun tidak sukses, lalu berlabuh di Dinamo Tirana pada 2008. Klub Albania itu ia antar memenangi Piala Super, namun tak lama berselang pindah lagi ke Slaven Beluppo.

Hingga 2014, kariernya pasang surut dengan prestasi terbaiknya cuma mengantar Al-Ahli memenangi Piala Mahkota Raja Saudi 2013 dan finis runner up Liga Saudi 2012/2013. Di Al-Ain, baru kariernya meroket.

Ia membawa klub UEA itu menjuarai Piala Presiden UEA 2013/2014, Liga Teluk 2014/2015, Piala Super Teluk 2015 dan menjadi runner up Liga Champions Asia 2016.

Siapa sangka, dua musim berselang, Dalic bisa membawa Kroasia melaju ke semifinal Piala Dunia 2018. “Saya menjalani apa yang saya impikan,” katanya.

Meski begitu, Dalic tetap memperlihatkan sebagai sosok yang sederhana. Di saat dirinya sedang berada di puncak kariernya–membawa negaranya ke semifinal Piala Dunia—ia tak melupakan perjalanan kariernya.

“Begitu banyak dukungan dari Al Ain, di mana saya menghabiskan tiga tahun dan mereka membantu melebarkan nama saya. Mereka memberi saya pekerjaan penting, pengalaman, dukungan, uang juga, tentu saja, tetapi bersama mereka saya membangun reputasi. Saya menyimpannya selamanya di hati saya. Dan saya bisa merasakannya di punggung saya,” kenangnya.

Kesederhanaan Dalic juga tampak ketika di sela-sela wawancara, di mana ia bertemu fans Rusia yang mengajaknya berfoto. Ia pun sempat ditanya soal harapan pertandingan melawan Rusia. “Ya saya harap tim saya yang menang, tapi saya juga berharap agar ada permainan yang indah,” jawabnya.

Seperti diketahui, Kroasia pun sukses mengalahkan Rusia. Bermain 2-2 dalam 120 menit, Kroasia memenangi adu penalti 4-3 untuk merebut tiket empat besar.

Selanjutnya, Kroasia akan menghadapi Inggris di Luzhniki Stadium, Moskow, Rabu (11/7/2018). Dalic menegaskan Kroasia siap menghadapi ancaman Harry Kane dan Raheem Sterling, dua pemain Inggris yang dinilai paling berbahaya.

“Kami percaya pada kekuatan kami. Kami tidak takut dengan Inggris. Dia (Kane) adalah top skorer (6 gol di Piala Dunia 2018). Dia tidak mudah dihentikan. Tapi kami punya bek tengah tangguh,” ucap Dalic.

“Kami bisa menghentikan Messi (Argentina) dan Christian Eriksen (Denmark). Jadi mudah-mudahan kami bisa menghentikan Kane,” tambahnya seperti dilansir BBC.

Mampukah Dalic yang sederhana membawa timnya ke final, seraya mencetak sejarah baru? Menarik dinanti kiprahnya di semifinal nanti.