Pensiun dari Timnas, Mesut Oezil: Saya Korban Rasial dan Ketidakadilan

Pensiun dari Timnas, Mesut Oezil: Saya Korban Rasial dan Ketidakadilan

155c4401-ee81-4110-8e5c-07fbe9c5f5ff_169

Situ Agen Maxbet Bandar Maxbet Terbaik – Mesut Oezil melontarkan pernyataan keras usai memutuskan pensiun dari Timnas Jerman. Dia menyerang DFB dan media Jerman yang dinilai bertindak tak adil dan rasial.

Oezil menjalani periode yang sulit di sepanjang musim panas 2018. Semua berawal saat dia bersama beberapa pemain Jerman keturunan Turki bertemu dengan Presiden Turki, Tayyip Erdogan. Sejak kemunculan foto mereka bersama, gelandang Arsenal tersebut terus diserang banyak pihak di Jerman.

Kondisi itu berlanjut di Piala Dunia 2018. Jerman yang datang sebagai juara bertahan ternyata harus tersingkir di fase grup. Penampilan skuat besutan Joachim Loew jauh dari memuaskan. Oezil dapat banyak kritik karena dianggap bermain tanpa antusiasme.

“Seperti sudah saya katakan, saya tak pernah melupakan asal usul saya, peninggalan dan tradisi keluarga. Buat saya, berfoto dengan Presiden Erdogan bukan soal politik atau pemilu, itu adalah bentuk penghormatan pada kepala negara tempat keluarga saya berasal. Pekerjaan saya sebagai pesepakbola, bukan politisi, pertemuan itu bukan bentuk dukungan politik saya. Faktanya, ketika itu kami membicarakan hal yang sama seperti pertemuan sebelumnya, soal sepakbola, karena dia juga pemain saat masih muda,” papar Oezil menjawab lagi tudingan keterlibatan dirinya dalam kegiatan politik dengan Erdogan.

Baca Juga :Latihan Mepet, Harry Kane Bidik Laga Pertama Tottenham

Lebih lanjut Oezil mengutarakan kritik dan kekecewaannya pada media Jerman. Oezil menilai media Jerman telah bersikap tidak adil dalam memberitakan dirinya. Pemberitaan menjadi bias karena asal muasalnya dari Turki.

“Jika koran dan pundit menemukan kesalahan pada permainan saya, maka saya akan bisa menerimanya. Saya bukan pesepakbola yang sempurna dan itu sering memotivasi saya untuk tampil lebih baik.”

“Yang saya tidak bisa terima, media Jerman berulang kali menyalahkan asal muasal saya, dan menggunakan saya sebagai gambaran kegagalan di Piala Dunia sebagai perwakilan seluruh tim,” tambahnya.

Oezil, yang mengantar Jerman menjuarai Piala Dunia 2014, juga menilai dirinya telah menjadi korban serangan rasial. Oezil merasa dirinya telah diperlakukan dengan tidak adil lantaran dia berasal dari Turki dan seorang muslim.

“Apakah ada kriteria untuk menjadi orang Jerman yang tidak bisa saya penuhi? Teman saya Lukas Podolski dan Miroslave Kloase tak pernah disebut sebagai Jerman-Polandia, lalu kenapa saya disebut sebagai Jerman-Turki?”

“Apa karena saya dari Turki? Apa karena saya seorang muslim? Saya pikir di sinilah isu yang penting. Saya lahir dan mendapat pendidikan di Jerman, jadi kenapa orang tidak bisa menerima kalau saya orang Jerman?” jelas Oezil panjang lebar pada akun Twitter-nya dikutip dari Mirror.