Hobi Baru Chelsea: Beli Pemain Mahal, Lalu Dibuang Begitu Saja

Hobi Baru Chelsea: Beli Pemain Mahal, Lalu Dibuang Begitu Saja

Situ Agen Maxbet Bandar Maxbet Terbaik – Alvaro Morata akan pergi dari Chelsea. Hal itu menegaskan kebiasaan gaya bisnis The Blues belakangan ini sedang tidak oke, suka buang-buang uang untuk beli pemain tapi gagal.

Morata cuma bertahan 1,5 musim di Stamford Bridge sebelum dia memutuskan pulang kampung ke Spanyol untuk memperkuat klub masa kecilnya Atletico Madrid. Morata dianggap gagal memenuhi ekspektasi manajer Maurizio Sarri untuk jadi juru gedor Chelsea.

Morata musim ini cuma bikin sembilan gol dari 24 pertandingan di seluruh kompetisi. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Morata bahkan harus menghuni bangku cadangan karena Eden Hazard dipercaya sebagai false nine.

Padahal baru tahun lalu Chelsea memboyong Morata dari Real Madrid dengan banderol 60 juta pound sterling. Di musim pertamanya pun, Morata juga tak bagus-bagus amat karena cuma bikin 15 gol dari 48 laga.

Performa angin-anginan Morata ini lantas membuat Chelsea menjualnya dan menggantikan posisi striker Spanyol itu dengan Gonzalo Higuain. Tapi, kepindahan Morata ini juga jadi presiden buruk untuk aktivitas Chelsea di bursa transfer.

Dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak kepergian Michael Emenalo tahun lalu dari posisi Direktur Teknik, Chelsea banyak melakukan kesalahan dalam pembelian pemain dengan total hampir 250 juta pound sterling (Rp 4,5 T) untuk belanja sembilan pemain.

Baca Juga :Mark Clattenburg Ungkap Bagaimana Salah Coba Lakukan Diving

Selain Morata, ada nama-nama seperti Tiemoue Bakayoko, Danny Drinkwater, Davide Zappacosta, Emerson Palmieri, Olivier Giroud, Ross Barkley, Michy Batshuayi, dan Baba Rahman. Kalau Anda rajin mengikuti Chelsea, coba sebutkan siapa di antara mereka yang bersinar? Mungkin Anda bisa bingung menjawabnya.

Ya, memang sederet pemain itu adalah mereka yang gagal memenuhi ekspektasi tinggi dalam seragam biru-biru dan akhirnya tersingkir. Bakayoko yang bagus di AS Monaco kini terbuang ke AC Milan, Drinkwater yang membawa Leicester City juara malah kini menghilang tanpa jejak, lalu Zappacosta dan Palmieri yang didatangkan musim lalu cuma jadi pelapis.

Barkley yang didatangkan Januari 2018 juga baru nongol musim ini setelah performa naik-turun. Giroud yang diharapkan bisa jadi pesaing Morata juga sama saja masalahnya yakni sulit membobol gawang lawan. Giroud sejauh ini baru bikin 10 gol untuk Chelsea.

Bagaimana dengan Batshuayi dan Baba Rahman? Keduanya juga rajin…. dipinjamkan dari satu klub ke klub lainnya sejak memperkuat Chelsea. Padahal para pemain itu diboyong dengan harga yang tak murah.

Bakayoko dulu dibeli 36 juta pound, Batshuayi seharga 35 juta pound, lalu Drinkwater dengan 34,11 juta pound, Zappacosta dengan 22,5 juta pound, Baba Rahman dan Emerson dengan harga 18 juta pound, Giroud seharga 15,3 juta pound, lalu terakhir Barkley dengan harga 15,21 juta pound,.

Jika dulu Chelsea suka menghambur-hamburkan uang untuk membeli pemain top yang akhirnya jadi bintang di klub itu, lalu ada apa dengan strategi transfernya saat ini? Marina Granovskia sebagai pengganti Emenalo tentu jadi sosok yang paling sorot, meski keputusan akhir ada di tangan Abramovich.